"Indonesia memang punya hubungan baik dengan Myanmar. Saya di Sekneg zaman Pak Harto, bahkan Pak Harto banyak melakukan upaya untuk membuka Myanmar terhadap isolasi selama kurang lebih 30 tahun," ujar Yusril di gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (5/9).
Yusril menilai, Soeharto menjadi sosok yang meyakinkan negara lain agar Myanmar diterima sebagai anggota ASEAN. Meski saat itu ada tekanan dari negara-negara barat terhadap pemerintah Indonesia karena aksinya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya secara pribadi melaporkan kasus Myanmar ke Dewan PBB ke Jenewa untuk menjadi agenda dalam persidangan yang akan datang (Universal Periodic Review)," kata Yusril.
"Kami minta kepada Dewan HAM PBB untuk mengundang pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi dan para pemimpin Myanmar untuk menerangkan secara terbuka di hadapan sidang dewan HAM terhadap dugaan-dugaan telah terjadi pelanggaran berat di Myanmar," ujar Yusril.
Serangan genosida itu, kata Yusril, merupakan salah satu dari kejahatan yg bersifat serius atau kejahatan kemanusiaan dan itu berada di luar batas sebuah negara.
"Apabila terjadi genosida di suatu negara, maka itu menjadi fokus dunia interasional dan semua orang berhak mempersoalkan itu dan membawanya ke dewan sidang Dewan HAM PBB," katanya menjelaskan.
PBB memperkirakan hampir 50 ribu warga Rohingya telah mengungsi untuk menghindari kekerasan terbaru ini. Para pengungsi Rohingya mengaku tentara Myanmar menyerang mereka, sementara pemerintah menyalahkan 'teroris Rohingya' yang memicu kekerasan. (djm/alf/djm)