Selain sesuai fungsinya sebagai pengaman pantai, dua tanggul itu pun diyakini dapat menjadi objek wisata alternatif bagi warga.
"Di atas ini ada jalur inspeksi, jalur pejalan kaki dan orang bersepeda. Di bagian bawah, kalau ditemukan ruang, akan ada ruang terbuka hijau," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) T. Iskandar di proyek tanggul Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (5/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita membuat dermaga apung purwarupa. Nanti itu dikaji, kalau manfaatnya sangat baik, akan dikembangkan oleh instansi terkait," kata Sudarto.
Pelaksanaan tanggul tahap 2 di Muara Baru (paket 1) dan Kali Baru (Paket 2) dimulai bulan November 2015 sampai dengan April 2018 dengan total biaya menggunakan APBN dengan Multiyears Contract. Adapun pembangunan tanggul tahap 1 sudah dilakukan pada tahun 2014 oleh BBWSCC sepanjang 75 meter di Pluit, Jakarta Utara.
Penurunan Muka Tanah
Ancaman banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir Jakarta Utara, kata Iskandar, tak hanya akibat pengaruh pasang surut laut maupun aliran sungai.
Iskandar mengatakan momok yang patut pula ditakuti sebagai penyebab banjir rob adalah penurunan muka tanah atau land subsidence.
"Jadi, penurunan muka tanah itu terjadi akibat pengambilan air tanah yang kurang terkendali, lalu kondisi struktur tanah itu sendiri," kata Iskandar.
Untuk mengatasinya, pemerintah harus mengupayakan pengendalian pengambilan air tanah untuk kepentingan industri maupun rumah tangga. Contohnya, kata Fahri, warga diimbau untuk memenuhi kebutuhan air bersih dari air perpipaan, bukan air tanah.
"Paling tinggi (penurunan permukaan tanah) di Muara Baru per tahun. Angkanya antara 7,5 sampai 12 centimeter per tahun," kata Sudarto.
Wilayah Jakarta Utara sendiri, sambung Sudarto, diperkirakan ketinggiannya kini sekitar dua sampai tiga meter di bawah permukaan laut. (kid)