Alvin mengaku hanya mengetahui hal tersebut melalui pemberitaan di media massa karena sebelumnya tidak ada sinyal lowongan calon pegawai negeri sipil akan dibuka secara besar-besaran.
Terlebih Ombudsman pun belum diajak berkomunikasi untuk mengawal proses perekrutan PNS baru tersebut demi menghindari adanya kecurangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alvin, pernyataan demi pernyataan Kemenpan-RB itu menyiratkan bahwa tidak akan ada pembukaan CPNS besar-besaran sebelum moratorium berakhir. Tetapi ternyata, lowongan CPNS dibuka secara tiba-tiba.
Tidak Transparan
Alvin mengaku pihaknya belum mengetahui hasil moratorium PNS yang dilakukan beberapa kementerian sejak 2-3 tahun terakhir. Hasil moratorium yang dimaksud yakni perihal berapa jumlah orang yang tidak lagi bekerja sebagai PNS.
Menurut Alvin, hasil moratorium itu perlu dibeberkan kepada publik sebagai wujud transparansi birokrasi. Di samping itu, transparansi itu juga perlu agar masyarakat tahu, apakah lowongan CPNS dibuka untuk menutupi kekurangan PNS yang telah dimoratorium atau hanya membengkakkan SDM di aspek birokrasi.
"Kemudian lowongan (CPNS) ini sebenarnya hanya untuk menutup yang kemarin dikurangi atau nanti birokrasi kita makin bengkak lagi. Nah itu butuh transparansi," kata Alvin.
Mengenai, Menpan-RB, Asman Abnur mengatakan proses serta jadwal untuk seleksi CPNS di instansi terkait sudah bisa diakses lewat situs Kementerian PANRB, situs Badan Kepegawaian Negara, serta di situs resmi masing-masing instansi. Semua itu, kata Asman, sudah bisa diakses per 5 September 2017 pukul 23.00 WIB.
Asman mengatakan pembukaan penerimaan CPNS Tahun 2017 ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pegawai pada jabatan-jabatan strategis yang mendukung program Nawacita, mengganti PNS yang pensiun, serta menambah sumber daya terkati peningkatan beban kerja pada instansi tertentu.