Pemprov DKI Tunda Uji Coba Larangan Motor Senayan-Bundaran HI

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Kamis, 07/09/2017 13:07 WIB
Pemprov DKI Tunda Uji Coba Larangan Motor Senayan-Bundaran HI
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Andri Yansyah memastikan rencana uji coba pelarangan sepeda motor dari Jalan Jenderal Sudirman sampai Bundaran Hotel Indonesia, tak jadi diberlakukan.

Mulanya, uji coba tersebut akan efektif per tanggal 12 September-11 Oktober 2017, setiap Senin hingga Jumat dari jam 06.00-23.00 WIB.

"Setelah kita lakukan pengkajian dan konsultasi, juga arahan baik dari wantimpres (dewan pertimbangan presiden), anggota DPRD, dan Gubernur, kita ramu untuk saat ini pelaksanaan pembatasan belum bisa dilaksanakan," kata Andri di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/9)
Andri mengatakan, penundaan uji coba hingga waktu yang belum ditentukan itu mengingat sedang ada pembangunan MRT dan trotoar di ruas jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.

"Nanti kalau (pembangunan) selesai, trotoar sudah bagus, nanti kurir atau delivery yang biasanya gunakan motor, jadi bisa pakai sepeda," kata Andri.

Dishub DKI juga masih akan mengkaji kebutuhan dan permintaan jalur alternatif mana saja jika pembatasan motor diberlakukan di kawasan bisnis tersebut.
Lebih lanjut, Andri menyebut bahwa uji coba itu akan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 141 tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.

Ini menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang sempat menilai aturan Dishub DKI membatasi sepeda motor tidak sesuai dengan kondisi di jalanan Jakarta.

"Ini kebijakan yang menurut saya kebablasan, drastis banget. Makanya dikaji, opsi-opsinya baru sehabis itu dievaluasi," kata Djarot sesaat sebelum ditemui pihak Dishub DKI.

Selain itu, Djarot menyebut dalam waktu dekat Pemprov DKI akan menghilangkan media jalan yang memisahkan jalur cepat dan jalur lambat di Sudirman, untuk memperluas ruas jalan protokol tersebut.

"Jadi, enggak ada lagi jalur cepat dan jalur lambat karena kan efisien kalau jalan lebih lebar," kata Djarot.
Ia menambahkan, pelebaran trotoar juga akan digencarkan untuk kepentingan pejalan kaki, serta jalur khusus sepeda.