Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, investigasi yang dilakukan Kemenkes agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Investigasi boleh melibatkan perkumpulan rumah-rumah sakit yang ada. Jika ditemukan ada yang salah dalam prosedur pelayanan, tentu kementerian kesehatan harus menjatuhkan sanksi tegas," kata Saleh dalam keterangannya, Senin (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, rumah-rumah sakit tidak boleh hanya berorientasi keuntungan finansial dan mengabaikan aspek sosial dan kemanusiaan. Bersedia membuka rumah sakit, tentu harus bersedia pula mengabdi pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," katanya.
Lihat juga:YLKI: Kasus Bayi Debora Ironi Rumah Sakit |
Di sisi lain, Saleh juga mendesak agar BPJS Kesehatan memperluas kerja sama dengan rumah sakit yang ada untuk meningkatkan pelayanan. Sebab, kepesertaan BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Menkes Nila F. Moeloek didesak menginvestigasi kasus meninggal bayi debora. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Jika hal ini dibiarkan dan terus berlanjut, Saleh pesimistis upaya pemerintah memberikan universal health coverage (UHC) bagi masyarakat, dapat terwujud.
"Harus ada keseriusan dan keikhlasan semua pihak untuk berpartisipasi. Termasuk rumah-rumah sakit swasta yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujarnya.
Bayi Debora meninggal pekan lalu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mitra Keluarga. Meski dalam kondisi kritis, bayi Debora tak juga dirujuk ke ruang ICU karena orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang hanya punya uang Rp5 juta dari Rp19,8 yang diminta.
BPJS Kesehatan yang dimiliki tak bisa dipakai lantaran RS swasta itu tak bekerja sama. Proses mendapatkan rumah sakit pengganti yang bekerja sama dengan BPJS butuh waktu. Saat rumah sakit pengganti didapat, bayi Debora sudah tak tertolong.
RS Mitra Keluarga Kalideres melalui keterangan tertulis menyatakan, orang tua keberatan dengan biaya Rp19,8 juta. Rumah sakit juga sudah berupaya membantu mencari rumah sakit yang punya fasilitas untuk peserta BPJS. Pengelola juga menyatakan sudah memberikan penanganan semestinya pada bayi Debora selama di IGD.
Menkes Nila F. Moeloek didesak menginvestigasi kasus meninggal bayi debora. (CNN Indonesia/Andry Novelino)