Sanksi sosial yang dimaksud adalah memajang foto pembuang sampah di sebuah spanduk yang kemudian dipasang di kelurahan tempat tinggalnya.
"Kalau kepegang orangnya, foto pampang. Dipampang dalam bentuk spanduk, inilah contoh buruk," kata Djarot di Balai Kota, Selasa (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasihan orang-orang ini enggak punya hati. Bagaimana kerja kita di lapangan para PPSU turun di sungai pagi-pagi jaring sampah. Mbok ya ada tenggang rasa," tutur Djarot.
"Operasi tangkap tangan akan kami galakkan kembali tipiring (tindak pidana ringan)," ujarnya.
Menurut kepala dinas, pekerja lepas harian (PLH) dinas lingkungan hidup selalu kejar-kejaran dengan warga dalam mencegah warga membuah sampah di kali.
"Kami kejar-kejaran dengan warga, kadang-kadang mereka datang naik motor dan buang sembarangan," ucapnya.
Masalah kebersihan sungai kembali mendapat sorotan menyusul kondisi kebersihan di sejumlah sungai di Jakarta yang kembali kotor.
Salah satu sungai yang kembali kotor adalah aliran Kali Cideng di Tanah Abang, Jakarta Pusat.