Demikian simpulan dari hasil survey lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan 23-30 Agustus silam. Dari survei itu tercatat 95,2 persen responden mengaku tak pernah ikut kegiatan reses DPR. Komunikasi dengan DPR juga tak pernah dilakukan 95,6 persen responden.
Parpol juga disebut memiliki hubungan yang renggang dengan pemilihnya. Dari seribu responden survey, sebanyak 37,7 persen mengaku kurang dekat dengan partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini isu yang rumit karena sistem pemilu kita juga kompleks. Dengan multipartai bayangin saja ada berapa di tiap dapil [daerah pemilihan] anggota DPR, tiga sampai sepuluh [orang]. Kalau anda tinggal di dapil yang besar akan relatif sulit mengenali siapa yang kinerjanya baik," ujar Direktur Eksekutif CSIS Phillips J Vermonte di kantornya, Selasa (12/9).
Nantinya, sambung Phillips, andai dapil diperbanyak, maka jumlah wakil rakyat dari masing-masing wilayah dapat dikurangi hingga maksimal tiga orang.
Renggangnya jarak antara parpol dan konstituen disebut terjadi sebagai dampak rumitnya sistem politik dan/atau kepemiluan Indonesia.
"Sistem politik yang rumit itu juga menyumbang pada rendahnya partisipasi politik masyarakat dalam mengontrol anggota DPR," katanya.