Mereka diterbangkan dari Erbil, Irak pada 11 Agustus dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, sehari kemudian.
Beberapa orang eks ISIS itu menceritakan kisah kelamnya saat bergabung dengan kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku enggak nyangka separah setelah aku masuk ke Suriah. Pas di Suriah sampai asrama perempuannya, kelakuannya itu, Ya Allah, bisa kubilang lebih parah dari binatang," kata Naila dalam kesaksiannya.
"Hampir seminggu, dua atau tiga kali terjadi perkelahian, penyebabnya, makanan, senggolan, istilahnya kayak preman," katanya.
Heru memang tidak pernah melihat eksekusi langsung yang dilakukan ISIS tapi, ada satu pengalaman yang terngiang di kepalanya hingga saat ini. "Saya takut," katanya.
Lihat juga:Ayah Pemimpin ISIS Marawi Tewas |
Merasa tertipu. Itulah, yang dirasakan WNI lainnya, Djoko.
"Katanya ada sekolah gratis, tapi sampai di sana disuruh kawin, banyak yang datang ngelamar anak saya dan mereka bilang 'kasih tahu kalau sudah haid," kata dia.
Menurut kesaksian lain yang diungkapkan Difansa, di ISIS, harga nyawa manusia sangatlah murah. "Di luar ISIS kafir, main asal bunuh saja," kata dia.
ISIS, kata Difansa, mengejar tiga hal, yakni kekuasaan, harta dan perempuan.
"Itu nyata sekali, keluarga saya yang masih single dikejar, jihad nikah. Menikah itu seperti lomba, abis menikah, cerai, dan semua itu difasilitasi negara, ISIS dapat uang," kata dia.
Difansa menyarankan agar setiap orang Indonesia yang berniat menuju ke ISIS mengurungkan niatnya.
"Orang-orang yang belum masuk sana bersyukurlah. Lubang penipuan semua," katanya, "Saya luar biasa menyesalnya."
[Gambas:Youtube]