Cari 'Bibit' Polisi, Polda Metro Jaya akan Keliling SMA

Aaal , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 02:12 WIB
Cari 'Bibit' Polisi, Polda Metro Jaya akan Keliling SMA Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan, polisi akan mencari bibit-bibit calon polisi ke tiap sekolah menengah atas di Jakarta. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya akan berkeliling ke sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah DKI Jakarta untuk mencari 'bibit-bibit' calon polisi. Setiap siswa SMA yang berminat menjadi polisi akan dilatih dan mengikuti program pendidikan khusus untuk dipersiapkan menjadi calon polisi.

Program pelatihan dan pendidikan itu diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Tujuan pelatihan itu, untuk meningkatkan kualitas calon polisi sejak dini.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan, pelatihan ini dilakukan agar proses rekruitmen calon anggota kepolisian tidak hanya melalui seleksi pasif. Kepolisian ingin aktif dalam menjaring calon-calon anggota polisi.

"Kami mulai pencarian dan pelatihan sejak anak usia SMA, dari sini kami mulai cari orang yang mau jadi polisi," kata Suntana saat penandatangan kerjasama program pelatihan dengan pemprov DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/9).
Setiap siswa yang berminat mengikuti pelatihan dapat langsung mendaftar, ketika anggota Polda Metro Jaya melakukan sosialisasi ke sekolahnya.

Kata Suntana, siswa yang daftar dan lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan secara fisik dan dan juga materi pengetahuan.

"Sehingga pada saat dia (calon polisi) seleksi nanti sudah tahu, bisa lulus juga," kata dia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, lewat program ini, diharapkan sumber daya manusia bagi Polri lebih berkualitas.

"Jadi cita-cita Pemprov DKI ingin dapatkan kualitas sumber daya manusia bagi Polri yang baik, yang berkualitas dan itu harus dipersiapkan sejak dini. Tidak bisa ujug-ujug. Makanya sangat pas dilatih dari SMA," kata Djarot.

Djarot menjelaskan, Anak-Anak SMA ataupun SMK yang memiliki cita cita menjadi polisi ,bisa dipersiapkan sejak dini dan menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Pemprov DKI.

Proses persiapan sejak dini juga dinilai Djarot sebagai langkah untuk memangkas praktek yang tidak baik seperti kolusi.

Dengan begitu, para calon polisi akan memiliki tanggung jawab dan profesional bukan hanya secara fisik, tetapi juga integritasnya.

"komitmennya kan tugas polisi menciptakan ketertiban sosial, menegakan hukum ,melayani dan melindungi masyarakat. Kalau orang sudah punya bakat seperti itu dan bagus ,cerdas , wah ini jadi polisi baik," ucap Djarot.

Djarot menuturkan, seluruh kandidat calon polisi harus mengikuti aturan atau prasyarat yang telah diatur oleh kepolisian. Proses tersebut harus dilewati sebagai langkah pembinaan yang lebih baik.