Jokowi Minta Kiai Ikut Kawal Tahun Politik

Christie Stefanie , CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 18:04 WIB
Jokowi Minta Kiai Ikut Kawal Tahun Politik Jokowi berharap para pimpinan pesantren, ulama dan kiai turut menjaga situasi kondusif saat tahun politik. (Dok. Istana Presiden/Agus Suparto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta ulama untuk menjaga situasi kondusif jelang tahun politik. Tahun depan, pesta demokrasi pilkada serentak digelar, dilanjutkan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

"Kami mohon bantuan seluruh pimpinan ponpes (pondok pesantren), ulama. kiai, pimpinan ormas agar tahun politik tahun depan dan depannya lagi dijaga bersama," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (13/9).
Pernyataan itu disampaikan ketika ia menerima sekitar 20 ulama, pimpinan Ponpes Jawa Tengah sore ini. Keikutsertaan mereka diharapkan guna menjaga kerukunan antarmasyarakat dan umat di daerah. 

Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang tahun depan menggelar pemilihan gubernur.

"Jangan sampai ada lagi usaha memecah belah, mengadu domba, kabar tidak baik yang mengakibatkan masyarakat menjadi terpecah," kata mantan Wali Kota Solo ini. 

Jokowi menegaskan, tahun politik hanya terjadi lima tahun sekali. Perbedaan pandangan politik atau selera terhadap calon pemimpin disebut hal wajar.
Sehingga, ia tidak menginginkan kerukunan antarumat, masyarakat Indonesia yang selama ini terjalin menjadi rusak hanya karena itu.

"Jangan sampai karena perhelatan politik antartetangga nanti tidak rukun apalagi antarumat menjadi tidak kelihatan persaudaraannya kembali," katanya.

Pesan ini kerap disampaikan Jokowi dalam beragam kesempatan seperti saat bertemu relawan dan berkunjung ke beragam daerah di Indonesia. 

Hal ini dinilai perlu terus diingatkan sebab ia menyadari sahut-menyahut dalam masyarakat akan semakin terasa jelang Pilkada terutama Pilpres 2019.