Tamasya Al Maidah: Asma Dewi Dikriminalkan Rezim Penguasa

Anugerah Perkasa , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 08:06 WIB
Tamasya Al Maidah: Asma Dewi Dikriminalkan Rezim Penguasa Presidium Tamasya Al Maidah menyatakan kasus penangkapan Asma Dewi merupakan bentuk kriminalisasi oleh rezim penguasa. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presidium Tamasya Al Maidah menyatakan kasus penangkapan Asma Dewi merupakan bentuk kriminalisasi oleh rezim penguasa.

Ketua Presidium Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo mengatakan pihaknya akan memberikan klarifikasi dan pernyataan sikap pada hari ini di Masjid Baiturrahman, kawasan Dokter Saharjo, Jakarta Selatan.

Hal itu terkait dengan penangkapan Asma Dewi, Sekretaris Presidium Tamasya Al Maidah, yang diduga terlibat dalam kasus grup penyebar ujaran kebencian, Saracen.
“Mengundang saudara-saudara untuk menghadiri konferensi pers dalam rangka klarifikasi, pernyataan sikap terhadap Ibu Asma Dewi yang dikriminalisasi oleh rezim penguasa,” kata Sambo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/9).

Sebelumnya, Direktorat Cyber Badan Reserse Kriminal Polri telah menangkap Asma karena dugaan tindak pidana ujaran kebencian, penghinaan dan berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

"Yang bersangkutan ditangkap diduga melakukan tindak pidana ujaran kebecian, penghinaan dan SARA. Barang buktiyang disita adalah dua unit divice dan postingan SARA," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Senin lalu.
Setyo mengatakan penangkapan dilakukan pada Jum'at (8/9) di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), Jakarta Selatan. Asma diketahui merupakan seorang rumah tangga dan memiliki saudara seorang polisi.

Sambo menyerukan agar ulama, aktivis dan umat Islam terus berani melawan kezaliman terkait dengan kasus Asma Dewi tersebut. Pernyataan sikap itu sendiri akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB.