logo CNN Indonesia

TNI Klaim Jenderal Gatot 'Diserang' 70 Akun Penyebar Hoax

, CNN Indonesia
TNI Klaim Jenderal Gatot 'Diserang' 70 Akun Penyebar Hoax Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi salah satu sosok yang kerap dijadikan sasaran berita hoax. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tentara Nasional Indonesia terus memantau akun-akun di media sosial yang mengatasnamakan pejabat TNI termasuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Berdasarkan pemantauan, TNI mendeteksi sedikitnya 70 akun Facebook mengatasnamakan Gatot Nurmantyo yang dinilai merugikan TNI sebagai institusi dan Jenderal Gatot.

"Belum di Instragram, Twitter dan platfrom media lainnya," kata Letkol Inf Solih dalam artikel berjudul TNI dan Sebaran Hoax di Medsos yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (13/9).

Solih mengatakan, pemantauan terhadap akun-akun tersebut di media sosial dilakukan oleh Dinas Penerangan TNI bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tak jarang, kata Solih, Puspen TNI langsung memberikan cap hoax kepada akun atau berita karena merugikan institusi dan Panglima TNI.
Puspen TNI mencatat sejumlah isu atau berita hoax terkait TNI dan Gatot yang tersebar di media sosial dan Internet. 

Berita atau isu hoax itu antara lain soal dukungan kepada Panglima TNI jadi Presiden RI, isu ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, soal kuda troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, hingga rumor Panglima TNI minta sumbangan untuk korban Aceh. 

TNI, lanjut Solih, menilai masifnya hoax dapat menimbulkan kebencian antar anak bangsa sehingga memicu perpecahan. Terlebih, menurut Solih, 90 persen masyarakat Indonesia menggunakan media sosial paling sedikit 4 hingga 5 jam setiap hari.

"Alangkah bahayanya apabila setiap hari masyarakat mengonsumsi sajian berita-berita bohong yang bersifat menebar kebencian untuk memancing emosional seseorang maupun kelompok, apalagi dikaitkan dengan `publik` sangat sensitif," kata Solih.
Berita bohong itu, menurut Solih, memang diciptakan untuk tujuan tertentu dengan memanfaatkan media sosial. Berita hoax juga menjadi alat propaganda kelompok tertentu. 

Salah satu kelompok penyebar hoax yang mendapat sorotan TNI adalah Saracen yang diduga aktif menyebarkan berita bohong bernuansa SARA di media sosial berdasarkan pesanan.

Solih meyakini kerja Saracen tak semata karena uang, melainkan untuk melayani kepentingan kelompok yang disengaja untuk menjatuhkan pemerintah agar menjadi gaduh.

"Memang itu kelihatan hanya uang semata, dibalik itu adalah kejahatan luar biasa, karena ini akan melibatkan semua anak bangsa untuk saling membenci dan saling menyakiti," ujar Solih.
Untuk mencegah penyebaran hoax, TNI mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan skeptis terhadap seluruh informasi yang diterima, sekalipun informasi itu berasal dari sumber paling kredibel.

"Karena sikap kritis dan skeptis akan membawa kita untuk selalu ingin tahu. Sifat selalu ingin tahu akan membangkitkan semangat belajar sehingga pengetahuan juga semakin bertambah," tutur Solih.
(wis/asa)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video