Jokowi memuji kondisi gedung baru yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu. Katanya, kondisi gedung sangat baik.
Gedung perpustakaan nasional sebelumya, hanya memiliki tiga lantai. Namun, gedung baru ini memiliki 24 lantai dan tiga basement.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pilah-pilih Tempat yang Nyaman untuk Belajar |
Perpustakaan baru direnovasi 2,5 tahun lalu dan menggunakan anggaran tahun jamak (2013-2016) sekitar Rp465, 207 miliar.
Gedung ini dibangun dengan teknologi kabel jaringan data kategori 7 (CAT-7) dan perangkat jaringan aktif yang mampu mentransfer data sampai dengan 100 Gbps.
Perpustakaan ini juga dilengkapi dengan koleksi digitalnya seperti e-resources, e-journals, dan e-books.
Jokowi mengatakan, akan mengecek sendiri dan mencoba digitalisasi perpustakaan nasional.
"Nanti diam-diam saya minta orang coba di Perpusnas ini. Ini penting sekali. Akan saya cek dan tes dengan cara saya," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Perpustakaan nasional ini berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi dan tinggi 126,3 meter.
Gedung ini berbentuk persegi seperti jendela dengan tujuan menjadikan perpustakaan ini menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Indonesia dan dunia serta menjadi sentra aktivitas edukatif, rekreatif, dan kultural.