logo CNN Indonesia

Asma Dewi Ditangkap, Tamasya Al Maidah Ajak Tak Pilih Jokowi

, CNN Indonesia
Asma Dewi Ditangkap, Tamasya Al Maidah Ajak Tak Pilih Jokowi
Jakarta, CNN Indonesia -- Penangkapan Asma Dewi dan sejumlah tokoh agama Islam dinilai sebagai cermin sikap anti-Islam yang diperlihatkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ketua Presidium Tamasya Al Maidah Ansufri Idrus Sambo mengajak umat Islam tidak memilih Jokowi di pemilihan presiden 2019 mendatang.

"Mari kita Menggunakan hak politik dan hak konstitusional kita pada pilkada 2018, Pileg dan Pilpres 2019 untuk memilih pemimpin dan partai yg pro dan berpihak kepada Islam dan umat Islam," kata Ansufri dalam pernyataan sikap yang dibacakan di  Masjid Baiturrahman, Sahardjo, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

"Lebih khusus lagi, tidak memilih Pimpinan Nasional yang menjalankan politik diskriminatif kepada umat Islam dan berpihak kepada kebangkitan PKI".
Sambo mengatakan, penangkapan terhadap Asma Dewi dan sejumlah tokoh Islam merupakan bentuk pembungkaman sikap kritis terhadap pemerintah. 

Atas dasar itu ia juga menyerukan kepada umat Islam untuk terus mengkritik kebijakan Jokowi. 

Berbagai cara bisa ditempuh. Salah satunya dengan turun ke jalan menggelar demonstrasi atau menyuarakan kritik lewat media sosial.

"Kami menghimbau kepada para ulama, kiai, habaib dan ustaz yang selama ini berjuang dan ikut aksi Bela Islam dan Bela Quran untuk lebih berani lagi memimpin umat melawan kezaliman dan ketidakadilan yang dilakukan Rezim Jokowi," ujar Sambo.
Asma Dewi ditangkap  pada Jumat (8/9) oleh Direktorat Cyber Badan Reserse Kriminal Polri di Komplek Angkatan Kepolisian Republik Indonesia (AKRI), Jakarta Selatan. Asma merupakan ibu rumah tangga dan memiliki saudara seorang polisi.

Polisi menangkap Asma Dewi karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian, penghinaan dan berbau suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

"Barang bukti yang disita adalah dua unit device dan unggahan SARA," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (11/9).

Di samping itu, Asma juga diduga memiliki keterlibatan langsung dengan kelompok Saracen.
Kepolisian telah mendapat hasil laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan aliran dana ke Saracen.

Laporan tersebut diterima penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Dittipidum Bareskrim) untuk dipelajari lebih lanjut.

Penyidik akan mendalami dan melihat keterkaitan hasil analisis PPATK dengan fakta-fakta lain yang telah ditemukan, termasuk mencocokkan jejak digital yang ditemukan dalam komponen penyimpan data berupa hard disk drive (HDD) dan flashdisk milik tersangka.

"Penyidik akan lakukan analisis dengan membandingkan fakta-fakta lainnya di jejak digital untuk menentukan apa ada tersangka lainnya dalam kasus ujaran kebencian," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video