logo CNN Indonesia

Cerita Bocah SD Tanjung Duren Lolos Aksi Penculikan

, CNN Indonesia
Cerita Bocah SD Tanjung Duren Lolos Aksi Penculikan
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga siswi SD Negeri Tanjung Duren Selatan 01, Jakarta Barat lolos dari aksi penculikan yang terjadi, Senin (11/9) lalu.

Cerita lolosnya ketiga siswi SD dari aksi penculikan tersebut viral di masyarakat lewat sebuah video yang memperlihatkan kesaksian PI.

PI adalah siswi kelas 4 SD yang menjadi korban dari aksi penculikan tersebut.

"Awalnya aku lagi jajan, aku jajannya di depan, terus pas aku pulang aku diginiin (mulut dibekap), terus aku gigit, langsung aku lari," kata PI dalam video tersebut.

Menurut PI, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian itu, PI dan kedua temannya, S dan SF juga melihat dua anak dengan seragam sekolah yang disekap di dalam mobil yang terparkir di depan sekolahnya.

PI juga menyampaikan sosok penculik yang membekap mulutnya berperawakan seperti kakek-kakek. "Kayak kakek-kakek gitu," ujarnya.
Meski begitu, PI tak mengingat secara pasti muka dari penculik. Selain itu, ia juga mengingat jenis mobil dan plat mobil yang diduga digunakan oleh penculik.

"Mobilnya warna hitam," ucap PI.

Dari informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, siang tadi Polsek Tanjung Duren telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penculikan.

Saat ini, Polsek Tanjung Duren telah melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap saksi yang melihat kejadian.

"Ya ini sedang pemeriksaan saksi-saksi," kata Kapoksek Tanjung Duren, Komisaris Lambe Patabang Birana saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/9).

Ratih, salah satu anggota komite SD Negeri Tanjung Duren Selatan 01 mengatakan, dari pemeriksaan CCTV yang tadi diputar tidak terlihat adanya sosok yang diduga sebagai penculik.

"Dari CCTV yang memegang itu hanya satpam, satpam ini suka bercanda dengan anak-anak," kata Ratih kepada CNNIndonesia.com.
Ratih juga menjelaskan mobil dan dua anak yang disekap di mobil seperti yang disebutkan oleh PI sebenarnya adalah mobil milik warga sekitar sekolah dan memang menjemput kedua anaknya.

Terkait beredarnya video kesaksian dari PI, Ratih pun tidak mengetahui siapa pihak yang menyebarkannya. Ia mengaku, video itu hanya disebarkan di grup komite sekolah saja.

"Kalau komite menyebarkan (penculikan) hanya di grup komite, (yang di) youtube orang luar. Mungkin ada orang tua yang kami enggak tahu siapa taruh di Facebook, otomatis teman-temannya share jadi viral," ujar Ratih.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video