Arya adalah pemimpin pertama di wilayah yang baru mekar pada 2007 silam. Dia merupakan Bupati Batubara dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018, yang diikutinya lewat jalur independen.
Sosok Arya tak bisa dilepaskan dari wilayah Tanah Bertuah itu. Arya adalah salah satu tokoh di balik pemekaran Batubara, yang sebelumnya masuk ke Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya diduga menerima Rp4 miliar untuk proyek pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan Jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan PT Tombang.
Arya lahir di Surakarta, Jawa Tengah 61 tahun lalu. Ia birokrat sejati yang sudah malang melintang sejak 1995. Pada 1998, Arya menjabat Kepala Keuangan Sekretariat Daerah Kota Medan.
Dia juga pernah menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah Deli Serdang, pada 2002. Pada 2007, selepas pemekaran, dia diangkat menjadi Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Batubara.
Karir birokratnya kini terancam berakhir setelah KPK resmi menetapkan dia sebagai tersangka suap bersama empat orang lainnya.