“Yang paling saya takutkan adalah penurunannya sampai pada level yang dibawah parliamentary threshold 4 persen. Kalau di bawah itu artinya Golkar tidak punya wakil dan Golkar itu tidak ada,” kata Akbar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/9).
Akbar mengaku, perkiraan elektabillitas Golkar yang melorot itu diketahui setelah dirinya menggelar safari politik.
Lihat juga:Istri Sebut Setnov Alami Pengapuran Jantung |
“Saya yakin masyarakat akan menjadikan (kasus Setnov) sebagai parameter memberikan dukungan atau tidak kepada organisasi atau tokoh organisasi yang terkait dengan satu peristiwa,” ujarnya.
Setya Novanto saat diperiksa KPK sebagai saksi kasus korupsi e-KTP. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) |
“Saya sebagai orang yang betul-betul mengalami betapa beratnya mempertahankan posisi Golkar terutama dalam era reformasi. Saya termasuk tentu saja yang paling kecewa dan paling takut kalau itu terulang lagi,” kata mantan Ketua Umum Golkar ini.
“Novanto sudah mengambil langkah hukum harus kita hormatim,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia juga mengaku, tetap mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan oleh Golkar. Bahkan, dirinya siap turun gunung untuk mempertahankan Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setya Novanto saat diperiksa KPK sebagai saksi kasus korupsi e-KTP. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)