Hal itu disampaikannya dalam orasinya di tengah-tengah aksi bela Rohingya pada hari ini.
"Negara kita tidak punya uang, karena sedang utang terus. Kita pinjam mulu sekarang," ujarnya.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebelumnya melansir, utang Pemerintah Pusat hingga bulan Mei 2017 mencapai Rp3.672,33 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Prabowo itu adalah untuk menanggapi permintaan Front Pembela Islam (FPI) yang meminta senjata untuk memerangi Myanmar. FPI juga menyampaikan hal itu dalam Aksi ‘169’ hari ini.
Prabowo menyatakan permintaan senjata itu tak memungkinkan mengingat kondisi keuangan negara saat ini. Selain itu, dia juga menyinggung kekayaan dalam negeri yang tidak dapat dijaga oleh pemerintah dan perlahan berlabuh di tangan asing.
Prabowo menegaskan agar semua pihak dapat berpikir logis yang intinya tidak asal menyebut soal 'senjata'.
"Saya imbau memperkuat diri dengan ketenangan. Saya memang mantan jenderal, tapi saya kasih tahu untuk sejuk dan tenang, pakai otak. Jadi saya menghimbau jangan cepat selalu bicara senjata," kata dia. (asa)