KPK: Fee Wali Kota Batu Rp500 Juta dari Total Rp5,26 Miliar

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Minggu, 17/09/2017 13:30 WIB
KPK: Fee Wali Kota Batu Rp500 Juta dari Total Rp5,26 Miliar KPK mengungkapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko diduga menerima fee 10 persen dari total proyek. (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sebagai tersangka tindak pidana korupsi terkait fee proyek pengadaan di pemerintah kota batu.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjelaskan, Eddy diduga menerima fee sebanyak 10 persen dari proyek belanja modal dan pengadaan di Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tahun anggaran 2017. Pada proyek tersebut dimenangkan PT DP dengan nilai Rp5,26 miliar sebelum pajak.

“Diduga diperuntukkkan Rp200 juta untuk wali kota dari total fee Rp500 juta karena Rp300 juta sudah diberikam sebelumnya untuk melunasi Alphard milik wali kota,” katanya dalam keterangan persnya di KPK, Jakarta, Minggu (17/9).

Ia menambahkan, Rp100 juta diduga diberikan FHL, seorang pengusaha kepada EDS (Eddi Setiawan, Kepala Bagian Unit Layanan dan Pengadaan/ULP) sebagai fee panitia pengadaan.
Tidak hanya Eddy, KPK juga telah menetapkan FHL dan EDS sebagai tersangka. Selaku pemberi, FHL dijerat KPK dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

ERP dan EDS disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dilansir dari Antara, usai turun dari bus, dengan menggunakan pengawalan ketat dari petugas Brimob, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko dibawa masuk ke dalam ruang check in yang berada di Terminal I Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Eddy dibawa terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-595 pukul 21.30 WIB menuju Jakarta.

"Saya ini disangka apa? Uangnya siapa? Uangnya di mana?" ujarnya di sela pemberangkatan dirinya di Terminal I Bandara Juanda.
Sebelum dibawa ke Bandara Juanda, Eddy Rumpoko yang terkena OTT KPK terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Jawa Timur.

Eddy Rumpoko ditangkap oleh petugas KPK di rumah dinasnya pukul 13.30 WIB bersama pihak swasta yang diduga rekanan proyek.