LBH Sebut Hoax Nyanyi 'Genjer-Genjer' Sengaja Diviralkan

Anugerah Perkasa, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 03:55 WIB
LBH Jakarta menduga hoax telah disebarkan terkait dengan acara seni AsikAsikAksi, di antaranya soal PKI dan menyanyikan lagu Genjer-Genjer. LBH Jakarta menduga hoax telah disebarkan terkait dengan acara seni AsikAksikAksi, di antaranya terkait dengan PKI dan menyanyikan lagu Genjer-Genjer. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- LBH Jakarta menduga berita bohong atau hoax telah disebarkan terkait dengan acara seni AsikAsikAksi, di antaranya soal PKI dan menyanyikan lagu Genjer-Genjer.

Dalam rilis bersama YLBHI-LBH Jakarta disebutkan, pihaknya menggelar acara seni itu yakni pembacaan puisi hingga membawakan lagu, dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara seminar sejarah Peristiwa 1965 pada Sabtu lalu.

LBH Jakarta-YLBHI juga menegaskan berulang kali tak ada acara terkait dengan PKI.


“Jelas hoax telah disiarkan, propaganda tuduhan yang mengada-ada diviralkan, instruksi untuk menyerang LBH dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa ini acara PKI, menyanyikan lagu Genjer-Genjer, padahal sama sekali tak ada,” kata Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa dalam rilisnya, Senin (18/9).

Genjer-genjer sebenarnya adalah tanaman gulma yang akhirnya dikonsumsi warga saat penjajahan Jepang karena tak punya pilihan. Dalam sejumlah keterangan disebutkan, tanaman itu kemudian menjadi judul lagu oleh seniman M. Arif untuk menggambarkan penderitaan rakyat, dan kemudian diasosiasikan dengan PKI.
Alghiffari menuturkan pihaknya khawatir hal itu akan ditunggangi pihak-pihak yang menghendaki kekisruhan. Dia juga menyatakan kepolisian juga sudah mengklarifikasi masalah PKI itu dengan melihat semua bahan ke Gedung LBH Jakarta.

Namun, kata dia, massa yang mendatangi Gedung LBH Jakarta pada Minggu malam itu justru tak mau mendengarkan keterangan polisi.
Alghiffari menegaskan LBH-YLBHI merupakan rumah bagi masyarakat miskin yang meminta bantuan hukum. Selain itu, organisasi tersebut juga mendampingi korban yang dicap berkaitan dengan Peristiwa 1965, padahal sama sekali tak terafiliasi dengan PKI.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK