LBH Kaitkan Pengepungan dengan 'Gebuk PKI' ala Jokowi

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 12:59 WIB
LBH Kaitkan Pengepungan dengan 'Gebuk PKI' ala Jokowi Pernyataan Gebuk PKI oleh Jokowi dinilai jadi legitimasi massa dalam mengepung Kantor LBH Jakarta dini hari tadi. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Advokasi Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Muhammad Isnur menyebut ada pengaruh pernyataan Joko Widodo soal gebuk PKI dengan pengepungan dini hari tadi. Massa menurutnya seolah-olah mengikuti apa yang disampaikan Jokowi beberapa waktu lalu.

"Kata 'menggebuk' itu keluar, mereka nyatakan gebuk, ganyang. Ini seolah mereka mengikuti ucapan presiden,” kata kata Isnur di Gedung Komisi Nasional Perempuan, Jakarta, Senin (18/9).
Karena itu ia berharap Jokowi lebih berhati-hati dalam memberi pernyataan resmi. Gebuk PKI dinilai Isnur sebuah legitimasi karena diucapkan oleh orang nomor satu di republik ini.

"Kata 'akan menggebuk' ini malah dijadikan senjata seperti yang terjadi di kantor kami dini hari tadi," ujarnya.


Hal ini kata Isnur terbukti dari kalimat-kalimat yang digunakan oleh massa yang menyerang saat berorasi dan berteriak-teriak di depan Gedung LBH. 

Pernyataan 'Gebuk PKI' dinyatakan Jokowi saat bertemu pimpinan media massa di Istana pada 17 Mei lalu. "Kalau PKI muncul gebuk saja," ujarnya.

Dua hari setelahnya, Jokowi kembali mengulangi pernyataannya itu. Bahkan saat itu ia menambahkan kata 'menendang'.
"Ya kita gebuk, kita tendang. Sudah jelas itu. Jangan ditanya-tanyakan lagi, payung hukumnya sudah jelas," ujar Jokowi di Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5).

Awal Juni, Jokowi kembali menggunakan kata 'gebuk' untuk Jokowi. Ia bahkan meminta bukti jika memang masih ada PKI. 

"Jadi, kalau ada tunjukkan pada kita, tunjukkan pada saya, saya akan gebuk detik itu juga," kata Jokowi dalam Kajian Ramadan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang.

Tadi malam, Gedung LBH Jakarta didatangi ratusan. Mereka melempari gedung itu dengan batu karena menilai gedung tersebut digunakan untuk acara berbau PKI.
Massa tak percaya meski Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz menyatakan tak ada kegiatan yang dikhawatirkan.

Usai kericuhan, 22 orang ditangkap polisi. Mereka masih berstatus sebagai saksi dan kini menjalani pemeriksaan Polres Jakarta Pusat.