Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Idham Azis mengatakan, penelurusan tersebut dilakukan dengan memeriksa 22 saksi yang diamankan pihak kepolisian.
"Kami belum sampai ke sana, tunggu, sabar. Kami sedang melakukan pemeriksaan kepada teman-teman yang 22 orang diamankan tadi malam," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka melempari kami dengan botol, batu sehingga kira-kira jam 01.00 WIB kami melakukan upaya persuasif untuk mereka dibubarkan. Tetapi, karena situasi tidak memungkinkan akhirnya kami bubarkan melalui (tembakan) water cannon," ucapnya.
Akibat kericuhan tersebut, Idham mengatakan, lima anggota kepolisian mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.
"Ada lima anggota kami yang mengalami luka-luka," tuturnya.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir 21.00 WIB. Usai acara, peserta tak bisa pulang karena kepungan massa. Massa menolak kegiatan yang di gedung tersebut yang dituding sebagai aksi mendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ideologi komunisme. Massa yang mengepung kantor YLBHI mencapai ratusan orang.