Sebab, sebagian besar rumah di bantaran rel Kampung Bandan tersebut ilegal alias rumah bedeng yang pemiliknya tidak bisa difasilitasi dengan rusun. Selain itu, pihaknya juga akan mencari tahu domisili warga yang jadi korban kebakaran.
"Kalau warga DKI, ada harapan kita masukkan sebagai penghuni rusun. Yang warga di luar DKI, tentunya kami tidak bisa fasilitasi karena banyak yang sudah antre ingin dapat rusun," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma di Kampung Badan, banyak pemukiman warga di sekitar rel yang tersebar di Jakarta. Namun wewenang untuk menertibkan bangunan di bantaran rel ada di tangan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
"Berkali-kali kita saat berkoordinasi dengan PT KAI, tolong di bantaran rel agar diamankan. Maka kita bisa meminimalisir kebakaran," kata Djarot.
Selain itu, Djarot juga menyatakan telah bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono perihal pengamanan kolong-kolong jalan layang dari pembangunan rumah ilegal.
Kebakaran melanda ratusan rumah semipermanen di permukiman belakang Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata, Kampung Badan, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (16/9). Permukiman yang kebakaran tersebut didirikan di atas lahan PT KAI. Kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik dari salah satu rumah warga.