Korban Kebakaran Kampung Bandan Belum Tentu Dapat Rusun

Mesha Mediani , CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 22:51 WIB
Korban Kebakaran Kampung Bandan Belum Tentu Dapat Rusun Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak dapat memastikan korban kebakaran Kampung Bandan bisa memperoleh rusun karena sebagian besar rumah di sana ilegal. (CNN Indonesia/Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa dirinya tidak dapat memastikan korban kebakaran Kampung Bandan, Jakarta Utara bisa memperoleh rumah susun (rusun).

Sebab, sebagian besar rumah di bantaran rel Kampung Bandan tersebut ilegal alias rumah bedeng yang pemiliknya tidak bisa difasilitasi dengan rusun. Selain itu, pihaknya juga akan mencari tahu domisili warga yang jadi korban kebakaran.

"Kalau warga DKI, ada harapan kita masukkan sebagai penghuni rusun. Yang warga di luar DKI, tentunya kami tidak bisa fasilitasi karena banyak yang sudah antre ingin dapat rusun," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (18/9).

Mantan Wali Kota Blitar tersebut menambahkan, pemukiman bedeng di bantaran rel memang rawan kebakaran karena konstruksi bangunan tidak memenuhi standar, termasuk semrawutnya sambungan listrik. Bahkan, bangunan-bangunan di sana tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Tak cuma di Kampung Badan, banyak pemukiman warga di sekitar rel yang tersebar di Jakarta. Namun wewenang untuk menertibkan bangunan di bantaran rel ada di tangan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Sedangkan, penertiban di bantaran sungai merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

"Berkali-kali kita saat berkoordinasi dengan PT KAI, tolong di bantaran rel agar diamankan. Maka kita bisa meminimalisir kebakaran," kata Djarot.

Selain itu, Djarot juga menyatakan telah bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono perihal pengamanan kolong-kolong jalan layang dari pembangunan rumah ilegal.

"Kalau kebakaran, bahaya juga karena bisa mempengaruhi kontruksi di atasnya, Ini penting untuk dikoordinasikan dan diberi langkah penanganan yang cepat dan tepat," kata Djarot.

Kebakaran melanda ratusan rumah semipermanen di permukiman belakang Hotel Alexis, Jalan RE Martadinata, Kampung Badan, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (16/9). Permukiman yang kebakaran tersebut didirikan di atas lahan PT KAI. Kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik dari salah satu rumah warga.