Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto mengatakant, UU itu penting untuk mengatur secara komprehensif prosedur penyadapan bagi sejumlah lembaga seperti KPK, BIN, Kejaksaan, hingga Kepolisian.
"Soal penyadapan kan bukan KPK saja yang berhak. BIN, Jaksa, dan polisi juga boleh. Maka PAN boleh usul dibuat lah UU tentang Penyadapan," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta kemarin.
Lihat juga:KPK Dukung Pembuatan RUU Penyadapan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses penyadapan saat ini dinilai Yandri menjadi polemik karena tidak diatur secara tegas.
"Jangan tiba-tiba nanti ada komisioner baru kompak ganti aja SOP, bisa juga," ujarnya.
Lihat juga:Aksi Penyadapan dan Aturan Main Menurut UU |
Rencana itu merupakan tindaklanjut Komisi III atas putusan Mahkamah Kontitusi (MK) yang menyebut penyadapan harus diatur oleh payung hukum setingkat UU.
"Kami Komisi III DPR akan ambil inisiatif untuk membuat RUU Tata Cara penyadapan sebagai inisiatif DPR," ujar Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo.
Komisi III telah menunjuk politikus PPP Arsul Sani sebagai Liaison Officer (LO) untuk segera menyusun draf RUU Penyadapan. Arsul diminta mengundang lembaga terkait seperti KPK, BIN, Kepolisian, Kejaksaan Agung, BNPT, dan BNN untuk membahas RUU tersebut.