Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengaku telah mendengar dugaan tersebut melalui media. Menurutnya, Polri akan mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan lebih dulu dalam menyikapi dugaan tersebut.
"Kami penyelidikan dulu, mengumpulkan informasi dulu, apa itu dan apa yang dimaksud, baru kami melangkah," kata Rikwanto usai menghadiri diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau informasinya belum matang, belum dalam, belum lengkap kami tidak bisa mengambil kesimpulan apa-apa. Lengkap dulu karena tentang apa itu belum ada kami dapatkan," tuturnya.
Salah satu permasalahan yang dihadapi Uber, yakni penggunaan kantor yang dinilai tidak berada di zona bisnis. Uber kemudian mengakali permasalahan itu dengan menyuap kepolisian demi tetap bisa menggunakan lokasi tersebut sebagai basis operasional mereka.
Selain di Jakarta, perusahaan ride-hailing ini diketahui juga melakukan aksi curang demi memuluskan oeperasional di Malaysia, China, dan Korea Selatan. Di Malaysia, Uber diduga membuat kesepakatan tukar-guling dengan institusi lokal.
Pada Agustus 2016, Uber menyumbang puluhan ribu dolar AS ke Malaysian Global Innovation and Creativity Centre. Namun di saat yang bersamaan, Uber memperoleh investasi dari badan pengelola pensiun Malaysia dengan nilai US$30 juta.
Kasus dugaan suap ini terkuak ketika pemerintah federal Amerika Serikat menyelidiki aktivitas mencurigakan Uber di sejumlah negara di Asia.
Uber diperkirakan melakukan praktik ilegal di luar negeri sesuai regulasi UU Praktik Korupsi di Luar Negeri (Foreign Corrupt Practices Act). Uber dinilai makin bermasalah karena tak berinisiatif membuka kasusnya ke pemerintah.
CNNIndonesia.com telah berusaha menghubungi pihak Uber Indonesia terkait dugaan suap ini. Namun, mereka menolak berkomentar.