Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Muhammad Iqbal, seperti dikutip dari Antara, mengatakan, komplotan itu kerap beraksi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Surabaya.
"Dia (Fuad) adalah salah satu korban dari komplotan pelaku ini," ujar Iqbal dalam jumpa pers di Surabaya, Kamis (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya warga Surabaya," kata Iqbal.
"Setelah keluar dari penjara keduanya kembali beraksi dan kali ini lebih fokus melakukan penjarahan pada mobil yang pengendaranya terlihat lengah saat sedang mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU wilayah Kota Surabaya," ucap Iqbal.
FR dan MI telah melakukan kejahatan di sebanyak 12 tempat kejadian perkara, dan salah satunya menimpa Fuad.
Putra sulung Risma itu menjadi korban pencurian saat mobil Mitsubishi Outlander yang dikendarainya sedang mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Kayoon Surabaya pada 12 September.
"Tas dan ponselnya dijarah saat korban sedang lengah," ucap Iqbal.
Bagi Fuad Benardi, pencurian ini merupakan yang kedua kali dialaminya. Bulan lalu, dia juga menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca saat sedang parkir di pinggir Jalan Kertajaya Indah Surabaya.
Pelaku pecah kaca tersebut, menurut Iqbal juga telah tertangkap.