Diperkirakan kapal akan menempuh jarak kurang lebih 6000 kilometer dan akan tiba 4 Oktober mendatang.
"Bantuan ini memperlihatkan bahwa jiwa solidaritas masyarakat Indonesia kepada Rohingya sangat besar melihat waktu pengumpulannya yang kurang dari satu minggu," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis yang dikirim Biro Humas Kementerian Sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kata Khofifah, Pemerintah Indonesia telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Rohingya melalui beberapa tahap.
Bantuan ini diangkut menggunakan empat pesawat Hercules, 13 September lalu yang dilepas langsung oleh Presiden.
Terkait perizinan, Khofifah mengatakan bahwa ACT telah mengantongi sejumlah izin dari pemerintah.
Tidak hanya Kementerian Sosial, namun juga Kementerian Hukum dan HAM dan dalam hal pengiriman bantuan beras sudah mendapat izin dari Kementerian Pertanian.
"Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh dan perbatasan Myanmar," tuturnya.
Khofifah mengaku sangat prihatin dengan eksodus warga Rohingya ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurutnya, kekerasan terhadap Rohingya merupakan pelanggaran HAM dan Perserikatan Bangsa-Bangsa harus turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.
Terutama untuk membuka isolasi yang dilakukan Myanmar sehingga bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Rakhine State.