Status Gunung Agung Meningkat Jadi Awas

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Jumat, 22/09/2017 21:32 WIB
Status Gunung Agung Meningkat Jadi Awas Ilustrasi pengawasan status Gunung Agung di Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Status Gunung Agung di Karangasem, Bali, ditingkatkan menjadi Awas (Level IV) dari semula Siaga (Level III) terhitung mulai Jumat (22/9) pukul 20.30 WITA.  

"Melihat perkembangan kondisi terakhir Gunung Agung, yang apinya sudah tinggi dan peningkatan kegempaannya juga sangat luar biasa, maka kita tingkatkan statusnya dari Siaga atau Level III menjadi Awas atau Level IV," kata Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Dengan peningkatan status itu, katanya, maka wilayah steril yang semula untuk radius enam kilometer dari puncak gunung diperluas menjadi sembilan kilometer. Lalu, perluasan wilayah sektoral juga ditambah dari  semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah Utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya.


Seluruh daerah juga harus dikosongkan dan masyarakat dievakuasi mulai malam ini (22/9) pukul 20.30 WITA. Tidak boleh ada wisatawan atau aktivitas masyarakat di dalamnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa Kepala BNPB bersama pejabat terkait telah berada di Bali untuk berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan Bupati terkait.

"Posko nasional segera diaktivasi untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah. Bantuan logistik dan peralatan segera didorong ke titik-titik pengungsian. Rapat koordinasi antar kementerian, lembaga dan unsur lainnya akan segera dilakukan," katanya.

Selain itu, BNPB dan BPBD juga sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

"Masyarakat diimbau untuk tenang. Jangan terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Hingga saat ini, Gunung Agung belum meletus. Pemantauan diintensifkan," katanya.

Hingga kini (22/9), BNPB mencatat sekitar 9.421 jiwa mengungsi di 50 titik yang tersebar di tiga kabupaten di Bali setelah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung.

"Data pengungsi terus bergerak karena adanya masyarakat yang mengungsi dari tempat tinggalnya. Adanya gempa vulkanik Gunung Agung di Bali yang terus menerus berlangsung menyebabkan masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah tempat yang aman," katanya.

Ia menjelaskan, 50 titik pengungsian itu tersebar di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Buleleng. Di Kabupaten Karangasem terdapat 7.018 jiwa yang tersebar di 40 titik pengungsian, di Kabupaten Buleleng terdapat 1.722 jiwa pengungsi di delapan titik dan di Kabupaten Klungkung terdapat 601 jiwa pengungsi di dua titik.

Mereka ditempatkan di gedung olahraga, balai desa, banjar dan tinggal di rumah kerabat.