Ketua KPU RI Arief Budiman berkata, simulasi yang akan digelar nanti berbeda dengan kegiatan serupa pada 19 Agustus lalu. Perbedaan akan terlihat dari jumlah peserta simulasi yang dilibatkan.
Pada simulasi pertama pertengahan Agustus lalu, KPU melibatkan 500 peserta yang dirancang sebagai pemilih. Nantinya, hanya ada 300 warga yang akan menjadi pemilih dalam simulasi pada 30 September.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, jumlah pemilih di tiap TPS akan mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan perhitungan hasil pemungutan suara. KPU memprediksi perhitungan hasil pemilu serentak 2019 akan berjalan lama, karena banyaknya kotak suara yang harus dihitung.
Dalam simulasi nanti, KPU juga akan mengecek ketahanan fisik petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Uji ketahanan akan dicoba dengan menghitung seluruh hasil pemilihan di lima kotak suara berbeda.
"Untuk yang (simulasi) besok akan kita drill (penghitungan) sampai selesai. Kita sekaligus akan ukur fisiknya kuat apa tidak, mudah-mudahan bisa sebagaimana rencana," jelasnya.