"Untuk logistik, akan ada dana cadangan penanggulangan bencana, namun kami juga akan dukung peralatan yang tak ada di sini, seperti sirine," ujar Jonan saat memantau perkembangan vulkanik Gunung Agung di Karangasem, seperi dikutip dari Antara, Jumat malam (22/9).
Dalam kesempatan tersebut, Jonan menegaskan, batas radius aman untuk masyarakat adalah 12 kilometer dari puncak Gunung Agung. Bahaya erupsi, menurut Jonan, juga perlu diantisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan status, menurut Jonan, memang bukan berarti dipastikan akan adanya letusan gunung berapi. Namun, guna melakukan antisipasi penuh agar tak terjadi korban besar bila benar-benar terjadi bencana.
Lihat juga:Status Gunung Agung Meningkat Jadi Awas |
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Kasbani menjelaskan, pihaknya akan menjalankan SOP tentang radius aman pada 12 kilometer itu. Pihaknya juga sudah meminta pemerintah daerah untuk melakukan evakuasi masyarakat secepatnya.
Berdasarkan informasi dari Pemkab Karangasem, terdapat 15 ribu penduduk yang tinggal dalam radius 6 km dan 100 ribu penduduk dalam radius 12 km. Adapun, rencananya, Sabtu (23/9) jam 13.00 Wita akan ada rapat koordinasi tingkat nasional.
"Pak Menteri sudah memerintahkan pendirian Posko Nasional sebagai pendampingan pemkab," katanya.
Dalam kesempatan itu, BNPB memprediksi bila terjadi letusan Gunung Agung, maka besarnya letusan akan lebih besar daripada Gunung Merapi yang sudah meletus pada 2010, sehingga antisipasi perlu lebih besar.