"Pemutaran kembali film G30S/PKI dan ajakan nonton bareng saya kira sebagai hal wajar, karena itu peristiwa kelam bangsa Indonesia. Selain G30S/PKI, masih banyak peristiwa lain seperti DI, TII, Malari, dan lainnya sebagai rangkaian fakta sejarah bangsa," kata Wiranto di Jakarta, Minggu (24/9).
Lebih lanjut, ia menegaskan fakta tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang bisa menjadi referensi bagi bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto juga menegaskan bahwa pemutaran kembali film kontroversial tersebut merupakan bagian dari anjuran presiden yang seharusnya tidak ditanggapi secara berlebihan. Ia menilai, pemutaran kembali film tersebut seharusnya tak lantas membuat masyarakat malu, marah, atau benci terhadap sejarah masa lalu.
Terkait rencana pemerintah untuk memproduksi ulang film G30S/PKI, Wiranto mengatakan hal itu sejalan perubahan perilaku masyarakat, termasuk teknologi yang membantu mengubah penyajiannya.