Menurut Setyo, Polri memang tidak pernah berencana membeli senjata yang bisa menembak tank, pesawat, atau kapal. Menurutnya, spesifikasi senjata dibeli Polri hanya berfungsi untuk melumpuhkan orang.
“Kami ada perspektif sendiri, polisi itu ada spesifikasi teknis, yang digunakan adalah senjata untuk melumpuhkan," kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun mengaku telah berkoordinasi dengan PT Pindad (Persero) untuk pengadaan senjata api ini. Menurutnya, jenis senjata api yang akan digunakan nantinya adalah G2 laras pendek.
Sebelumnya melalui rekaman yang beredar, Gatot menyatakan menyerbu institusi nonmiliter yang ingin memiliki senjata yang sama dengan spesifikasi TNI.
"Bahkan polisi pun tidak boleh memiliki senjata yang bisa menembak tank, dan bisa menembak pesawat, dan bisa menembak kapal, saya serbu kalau ada," kata Gatot.
"Iya itu benar, (omongan) itu ketika saya sampaikan di depan Purnawirawan,” katanya.
Namun ia mengingatkan, pernyataan itu disampaikan bukan dalam sebuah jumpa pers sehingga ia enggan menanggapi lebih jauh pernyataannya itu.
Terkait pernyataan itu Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sudah angkat suara. Ia meluruskan bahwa senjata yang dimaksud bukan berjumlah 5.000 tapi 500. Senjata jenis laras pendek itu dipesan dari PT Pindad untuk kepentingan pendidikan intelijen yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN). (sur)