Aksi 299 Tugu Tani Tak Beri Ruang Diskusi PKI

Arif Hulwan Muzayyin , CNN Indonesia | Rabu, 27/09/2017 14:11 WIB
Aksi 299 Tugu Tani Tak Beri Ruang Diskusi PKI Aksi 287 diikuti oleh beragam elemen, mulai dari alumni Aksi 411, 212, 313, dan beberapa organisasi yang turut menolak Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Jakarta (28/7). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebangkitan komunisme jadi tujuan aksi 29 September atau 299 yang digagas Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), di Tugu Tani, Jakarta, Jumat (29/9). Saking waspadanya, diskusi apapun yang bertema komunis dan PKI tak diberi ruang.

Aksi 299 di Tugu Tani itu sendiri bertajuk "Apel Akbar Melawan Bangkitnya Komunisme di Indonesia".

Koordinator Apel Akbar, Nanang Qosim, mengatakan, aksi 299 itu terbagi atas dua titik utama. Yakni, gedung DPR dan Tugu Tani, Jakarta. Pihaknya memastikan akan mengerahkan massa ke aksi di Tugu Tani. Meskipun, jumlahnya belum bisa dipastikan.

"Kalau FUIB sudah memastikan akan hadir (dalam aksi) di Tugu Tani," kata Nanang, saat dihubungi CNNIndonesia.com. Rabu (27/9).


Dalam rilisnya, Nanang menyebut bahwa aksi tersebut ingin mengingatkan masyarakat pada bahaya bangkitnya PKI dan paham komunisme. Indikasinya, sejumlah acara yang terindikasi hendak membangkitkan komunisme telah digelar. Misalnya, kata dia, Seminar “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965”, di LBH Jakarta, serta Simposium 65, tahun lalu.

"Forum Umat Islam Bersatu FUIB, Barisan Garuda Pancasila (BGP) dan Ormas Anti komunisme mengingatkan kepada seluruh lembaga negara, Institusi Pemerintahan, dan Elemen Bangsa Indonesia, untuk tidak mendukung dan terlibat dalam kegiatan apapun yang berindikasi komunisme," ujar Nanang, yang juga Kepala Divisi Humas Forum Umat Islam itu.

Kewaspadaan tinggi ini, lanjut Nanang, terkait dengan sejarah komunisme, melalui PKI, yang disebutnya sudah melakukan pembantaian terhadap militer hingga para ulama, terutama dalam peristiwa G30S.


Koordinator FUIB Rahmat Himran, melalui pesan singkatnya, mengatakan, setidaknya ada tiga agenda Apel Akbar yang digelar pukul 13.30 WIB ini. Pertama , mimbar bebas orasi perlawanan terhadap komunis dari berbagai perwakilan Ormas/BEM/Masyarakat/Ulama dan mahasiswa. Kedua, deklarasi FUIB Tolak Komunisme di NKRI. Ketiga, nonton bareng film dokumenter G30S/PKI.

Untuk menambah massa, pihaknya juga mengundang ormas lain seperti AMPAK, GPJ, GPIN, Pelajar Nusantara, Gerakan Mahasiswa Nusantara (GMN), Pergerakan Pemuda Islam Nusantara (PPIN), GEMPUR, FUIB, PMBN, Gerakan Pemuda Anti Komunis Se-Indonesia, serta seluruh OKP/aktivis antikomunis lainnya.

Terkait lokasinya yang berada di Tugu Tani, Rahmat Himran menulis, "Tugu Tani, simbol komunisme yang masih ada di Jakarta."

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Persaudaraan Muslim Seluruh Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengaku belum memastikan kehadirannya dalam aksi 299. Menurutnya, aksi tersebut akan lebih banyak dihadiri oleh massa yang juga mengikuti aksi 212.

"Kami sedang sibuk Mukernas Parmusi di Masjid At-Tin, sampai hari ini. Jadi belum ada pembicaraan soal keikutsertaan," kata dia.

Terkait isu komunisme itu sendiri, Usamah menyebut bahwa sikap pihaknya adalah sejalan dengan perundangan. Bahwa, masih ada Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966 yang melarang penyebaran dan pengembangan ajaran komunisme.

"Kenapa harus diributkan. TAP MPR itu sudah ada. Aparat harusnya tegas," ujar Usamah.