Tak nampak raut sedih dari mereka meskipun mereka harus tinggal sementara di posko lantaran daerah tempat tinggalnya berada di zona bahaya dari letusan Gunung Agung.
Anak-anak dirasa perlu mendapatkan perhatian khusus saat berada di posko pengungsian. Pasalnya anak-anak berpotensi memiliki resiko mengalami trauma jangka panjang akibat kejadian yang dialaminya sewaktu kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Situasi Terkini dari Gunung Agung |
Ajakan tim tersebut kepada CNNIndonesia.com bukan tanpa alasan. Tim tersebut mengungkapkan ajakan itu bertujuan untuk mengenalkan profesi wartawan kepada anak-anak.
"Artis, soalnya sering tampil di TV," celetuk seorang anak yang disambut gelak tawa sekitar.
Ketika kembali ditanya tentang siapa itu wartawan, anak-anak mulai mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan.
"Wartawan itu tugasnya mencari berita," ujar salah seorang anak bernama Kadek dengan lantang.
"Kalau sudah dapat berita, tugas selanjutnya apa?"
Beberapa anak langsung mengangkat tangannya dan saling berebut untuk menjawab pertanyaan.
"Habis itu disiarkan," jawab Ni Luh.
Foto: REUTERS/Darren Whiteside |
Anak-anak pun semakin bersemangat untuk bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.
Lihat juga:Daerah Terlarang di Sekitar Gunung Agung |
Keberadaan pos LDP di lokasi pengungsian begitu disambut baik oleh anak-anak. Tampak keceriaan dan semangat yang selalu mereka tunjukkan dalam kegiatan tersebut.
Salah seorang relawan, Gunawan mengatakan pelayanan psikososial kepada anak di pengungsian diperlukan untuk mengembalikan kondisi mental anak agar harus bisa melakukan kegiatan yang sama seperti saat berada di rumah.
Dulunya, kata Gunawan, pelayanan tersebut disebut sebagai trauma healing, namun karena tak semua pengungsi mengalami trauma maka diganti jadi dengan psikososial.
"Karena belum tentu trauma dan kami tidak menjudge," kata Gunawan.
"Kelompok yang risiko kalau tidak ditangani dengan maksimal mereka risikonya bisa panjang," tutur Gunawan.
Status Gunung Agung di Karangasem, bali sudah ditingkatkan dari Level III menjadi Level IV atau dari siaga ke awas Jumat 22 September 2017 lalu. Akibatnya, Pemerintah daerah setempat bersama instansi lain sudah menetapkan radius wilayah 12 km dari puncak gunung untuk steril dari warga dan aktifitas.
Penetapan zona bahaya itu membuat seluruh warga yang ada di radius tersebut untuk mengungsi demi keselamatan dari ancaman erupsi Gunung Agung.
Foto: REUTERS/Darren Whiteside