Gatot merespons pernyataan Wiranto yang menyebut ada miskomunikasi atas informasi rencana pembelian 5.000 senjata api oleh instansi nonmiliter yang tidak berwenang.
"Yang tahu miskomunikasi atau tidak hanya presiden saya. Dan itu saya pegang," ujar Gatot usai mengisi seminar bertema 'Pancasila dan Integrasi Bangsa' yang digelar Fraksi PKS di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait penilaian itu pula, Gatot mengklaim hubungan dirinya dengan lembaga negara lain sampai saat ini tetap berjalan dengan baik. Ia kembali menegaskan, alasan dirinya tidak mengomentari pernyataan Wiranto karena penanggung jawab atas segala informasi intelijen adalah Presiden.
Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) menyebut pihak yang berhak menyatakan ada miskomunikasi adalah Presiden Joko Widodo selaku atasannya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari |
Wiranto menjelaskan, informasi yang benar yaitu pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan Pindad oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk keperluan pendidikan intelijen.
"Saya sudah panggil Panglima TNI dan Polri. Ini hanya masalah komunikasi yang tidak tuntas terkait pembelian senjata itu. Setelah saya tanya, saya cek, ini adalah pembelian 500 pucuk senjata dari Pindad untuk sekolah intelijen," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (24/9).
Siap Dipanggil DPR
Gatot menyatakan siap dipanggil Dewan Perwakilan Rakyat untuk menjelaskan hal-hal yang telah ia sampaikan. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu berkata, DPR memiliki kewenangan yang sama dengan presiden.
"Saya hanya akan menyampaikan apa yang saya tahu kepada presiden atau bila saya dipanggil DPR. Di luar itu saya tidak bisa menyampaikan," ujar Gatot.
Jenderal Gatot Nurmantyo (kanan) menyebut pihak yang berhak menyatakan ada miskomunikasi adalah Presiden Joko Widodo selaku atasannya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari