Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, kepulan asap dari kawah gunung semakin sering terlihat dan pada Jumat (29/9) pagi keluar secara intens dengan ketinggian 50-200 meter dari kawah.
"Dari pos pantau, sejak tadi pagi jam 5-9 embusan asap warna putih relatif terus menerus keluar dari kawah, artinya aktivitas memang tinggi," kata Kasbani kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, PVBMG tak bisa memastikan apakah keluarnya asap itu dikarenakan munculnya celah di kawah atau dikarenakan makin tingginya aktivitas vulkanis Gunung Agung.
"Iya bisa jadi sebelumnya tidak ada celah (dan sekarang ada celah), atau bisa jadi aktivitas tinggi, karena beberapa hari lalu asap sekali-kali, tapi sekarang makin intens," tutur Kasbani.
"Ya yang jelas ada fluida magmatik makin ke atas," ujarnya.
Gunung Agung dinyatakan dalam status Awas pada Jumat (22/9) malam menyebabkan zona merah bertambah hingga 12 kilometer dari puncak gunung.
Hingga Kamis (28/9) sore jumlah pengungsi telah mencapai 134.229 jiwa di 484 titik yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota.
Dalam keterangan tertulis kepada awak media, BNPB menyatakan kebutuhan logistik para pengungsi cukup sampai 30 hari ke depan.
(vws)