Ketua DPD Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengatakan, dia tidak akan mengubah keputusannya untuk menarik dukungan dari pasangan calon tersebut.
"Kalau misalnya (ada) surat rekomendasi tertulis dari pak Prabowo bahwa pasangan merekalah yang akan diusung silakan, dan jika selama itu belum ada, Gerindra Jabar belum mengusung kandidat," kata Mulyadi kepada CNN Indonesia.com, Jumat (29/9/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mereka (PKS) selalu mem-bypass ke DPP, ya sudah mereka perkuat dulu di DPP," tukasnya.
Dia pun beralasan, Prabowo Subianto (Ketum Gerindra) sudah memberi wewenang kepada DPD Gerindra Jabar untuk memberikan rekomendasi soal Pilgub Jabar.
Sementara, terkait rencana membuka komunikasi dengan partai lain, Mulyadi mengaku hingga kini masih dilakukan Gerindra.
"Awal Oktober nanti di DPP Gerindra akan kumpul bersama dengan PAN, Demokrat dan PPP. Bahkan kita membuka komunikasi dengan partai non parlemen," ujarnya.
"Sampai hari ini PKS masih belum ada perubahan. Hanya memang apa yang disampaikan Gerindra adalah hak Gerindra untuk melakukan pembahasan," ujar Haris.
Untuk mempertahankankan koalisi ini, Haris mendorong agar para petinggi partai bertemu dan mendiskusikan hal ini.
"Saya sendiri secara pribadi meyakini koalisi ini tidak akan bubar. Kalaupun ada langkah Gerindra untuk membuka komunikasi dengan partai lain saya berharap itu bukan untuk memisahkan diri tapi untuk memperluas kawasan koalisi," ucapnya.