Si Maung merupakan maskot berupa harimau lucu dengan dominasi warna oranye. Nama Si Maung sendiri merupakan akronim Mau Milih untuk Bandung.
Komisioner KPU Kota Bandung Suharti mengatakan, ide maskot muncul ini dari pembuatnya, Asep Eko Budi Laksono. Dipilihnya harimau atau maung karena sarat dengan filosofi kota Bandung sejak dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharti lebih lanjut menjelaskan, Si Maung didesain tanpa jemari. Hal ini dimaksudkan agar maskot lebih terkesan netral.
"Para dewan juri ada yang dari akademisi dan praktisi. Setelah mereka memberi masukan, 3 peserta terbaik yang telah mempresentasikan akhirnya terpilih satu pemenangnya," kata Suharti.
Selain maskot, KPU juga meluncurkan jingle berjudul "Untuk Bandung" dalam rangka sosialisasi Pilwalkot.
Maskot dan jingle ini diharapkan dapat diterima masyarakat dan bisa menggiring warga untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilwalkot Bandung yang digelar 27 Juni mendatang.
Keduanya akan menjadi salah satu alat promosi KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pilwalkot Bandung 2018.
Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Suharti mengatakan, kecenderungan partisipasi masyarakat saat berlangsungnya Pilkada masih kecil.
"Kalau pilkada trennya rendah," kata Suharti.
Berdasarkan riset KPU Kota Bandung, salah satu daya tarik masyarakat memilih adalah faktor calon yang diusung parpol atau perseorangan.
"Makanya di minggu depan akan kita ekspos parpol dan ormas bahwa faktor-faktor ini memengaruhi partisipasi pemilihan," ujarnya.
Suharti juga mengatakan, masyarakat kemungkinan bingung karena banyaknya kandidat. Dalam Pilwalkot 2013 saja, terdapat 8 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Empat pasangan dari partai politik dan 4 perseorangan.
"Di Pilkada itu memang cukup banyak calonnya. Sehingga mungkin masyarakat bingung memilih," katanya.
Lihat juga:Ridwan Kamil Jelaskan Alasan Terima Nasdem |
Untuk mensosialisasikan Pilwalkot kali ini, KPU melakukan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Hal ini dilakukan mengingat sumber daya manusia di KPU masih minim, sementara jumlah kelurahan mencapai 151.
"Kita kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Staf di kantor cuma 17 orang kalau harus sosialisasi ke 151 kelurahan kekurangan SDM makanya kita kolaborasi ke semua komunitas," tururnya. (hyg/has)