Riuh rendah teriakan itu terdengar menyela lantunan lagu 'Maumere' yang diputar guna menghibur ribuan warga di hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day, kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/10).
Puluhan orang berpakaian serba hitam dan membawa beragam pamflet menjadi sumber seruan tersebut. Mereka menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemampuan Setya lolos dari berbagai perkara yang membelitnya juga disoroti koalisi tersebut. Menurut perhitungan mereka, Ketua Umum Partai Golkar itu sudah 6 kali lolos dari kasus hukum yang melibatkannya.
"Putusan hakim Cepi bukan putusan yang tepat, tapi justru menciderai hukum di Indonesia. Publik marah dengan keputusan tersebut," katanya.
Lihat juga:KPK Bidik Ulang Setya Novanto Pekan Depan |
Berikut isi puisi karya Imam yang dibacakan dalam aksi tersebut:
Dada ini terasa begitu mendidih
Melihat pesta pora penghianatan
Peragaan kepalsuan digelar kasat mata
Dipertontonkan begitu terbuka
Dilihat jutaan pasang mata
Kau sungguh terlalu
Jabatan agung kau permainkan
Rasa keadilan kau jauhkan
Keputusan ambigu kau bacakan
Terdengar tersendat terbata
Bodoh, dungu terlihat
Inikah pertanda kepalsuan?
Penghianatan apa lagi kau pertunjukkan
Sungguh tak tahu malu
Berani kau pegang palu
Kau ketukkan menghianati bangsamu
Kau ketukkan menghinakan dirimu
Kau ketukkan mempermalukan anak cucumu
Lihatlah dirimu
Hidupmu mendekati uzur
Tubuhmu mendekati liang kubur
Tapi adakah hati luluh mengendur
Peduli pada negeri yang hancur
Merasakan nasib mereka yang lebur
Lihatlah dirimu
Apa makna jubah kebesaranmu
Sungguh kau nistakan kehormatan
Kau jadikan penutup kepalsuan
Kau jadikan pembungkus kebusukan dan kehinaan
Semoga Tuhan yang kuasa
Memberi ampun atas penghianatanmu
Kepada bangsamu.