Saat ini, Novanto masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (2/10).
Ketua Forum Silaturahmi DPD Golkar tingkat Provinsi se-Indonesia, Ridwan Bae menyatakan, belum ada perubahan kondisi Novanto saat ini. Dokter, katanya, masih mendiskusikan perawatan Novanto lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Setya Novanto Masih Dirawat di Rumah Sakit |
Ridwan Bae. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi) |
Mengenai dinamika terkini Golkar, Ridwan yang juga menjabat sebagai Ketua DPD I Sulawesi Tenggara itu menyebutkan sempat ditanya mengenai persoalan di daerahnya, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan gubernur 2018.
Selain itu, Ridwan berpesan kepada Novanto agar tak terlalu merisaukan polemik yang berkembang di internal Golkar terkait jabatan ketua umum saat ini.
"Saya bilang, pak ketua umum tidak usah diresahkan. Dan, semacam ini sering terjadi di Golkar. Tetapi bahwa kita selalu yakin tidak ada perpecahan. Karena Golkar sudah menjadi organisasi besar, yang biasa berbeda tapi tidak menghasilkan perpecahan," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Marlinda Irwanti yang juga menjenguk Novanto mengatakan, ketua DPR itu masih terbaring dengan infus di tangan dan alat sungkup atau alat bantu pernapasan yang terpasang di hidungnya.
"Tadi istirahat waktu saya datang, ketemu istri beliau. Beliau sempat bangun, tanya keadaannya. Masih goyang, masih belum seimbang, mau ada pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Marlinda.
Akibat sakit yang dideritanya tersebut, Novanto tak datang untuk pemeriksaan KPK atas status tersangka dirinya dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Belakangan, pada pekan lalu, hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar memutuskan penetapan tersangka terhadap Novanto tak sah.
Meski status tersangka Setya Novanto batal dalam vonis praperadilan tersebut, KPK menyatakan akan tetap mengusut korupsi pengadaan e-KTP yang terjadi saat Novanto menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Golkar pada periode legislatif 2009-2014 tersebut.
Ridwan Bae. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)