Itu adalah temuan survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Center (SMRC) pada 3-10 September 2017. PDIP menjadi partai politik yang mendapatkan dukungan terbesar dari responden yakni 27,1 persen dari 1.057 responden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kecenderungan dibanding pemilu 2014, semua parpol kecuali PDIP cenderung menurun atau stagnan. Golkar yang dapat 14 persen (di Pemilu 2014), sekarang pada posisi 11 persen. PDIP satu-satunya parpol yang kecenderungan suaranya menguat dan terlihat di trennya," ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan di kantornya, Jakarta, Kamis (5/10).
Dukungan terhadap Jokowi mengungguli pesaingnya dalam pilpres 2014, Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra itu dipilih 18,7 persen responden seandainya pemilu digelar saat survei.
Keunggulan Jokowi atas Prabowo bertahan meski survei dilakukan dengan cara spontan ke responden.
"Top of mind atau sosok yang langsung muncul di benak responden itu Jokowi 39 persen, disusul Prabowo 12 persen, SBY 1,6 persen, dan nama-nama lain di bawah 1 persen," kata Djayadi.
Lihat juga:Kadin Dukung Jokowi Dua Periode |
"Kepuasan kinerja SBY pada September-Oktober 2006 sebesar 67 persen, dan September 2007 turun menjadi 58 persen. Sedangkan Jokowi pada 2016 sebesar 69 persen, dan September 2017 sebesar 68 persen," katanya.