“Targetnya, Agustus 2018 sudah selesai, seiring dengan rampungnya program MRT Sudirman-Thamrin,” ujarnya usai peresmian proyek di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (8/10).
Revitalisasi trotoar, sambung dia, dilakukan sekaligus untuk memastikan kawasan Sudirman-Thamrin tertata rapi jelang perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Sisi jalur trotoar juga nantinya akan ditanami pohon demi kenyamanan para pejalan kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:MRT Singapura Lumpuh Akibat Terendam Banjir |
Sementara, pengelola gedung yang ada di kawasan trotoar juga diminta membuka akses pagar yang ada di bangunannya untuk memaksimalkan pembangunan trotoar.
Ia menyebutkan, ada insentif bagi pengelola gedung yang bersedia membongkar pagarnya. “Toh, kalau masuk gedung sudah ada security, sehingga kalau bisa (pagarnya) dibuka saja, agar kelihatan betul trotoar kita lebar,” tutur Djarot.
Sementara itu, Dinas Bina Marga Pemprov DKI akan mengkoordinasi PT Mitra Panca Persada (Patung Pemuda Senayan – Kali Krukut) dan Keppel Land (Kali Krukut – Patung Arjuna Wiwaha) sepanjang 5,2 kilometer.
Mantan Wali Kota Blitar ini menjamin, pengerjaan proyek revitalisasi trotoar tidak akan mengganggu pembangunan MRT yang sedang berjalan di kawasan Sudirman-Tahmrin.
“Tidak akan ganggu. Justru, kami harus bareng. Nanti, kami hilangkan jalur lambat dan cepat agar tidak macet,” terang dia.
“Nanti, akan dibangun pintu masuk ke stasiun bawah tanah yang dapat diakses dari jalur pedestrian,” imbuh dia.
Ia memastikan, jalur ini memadai dan aman bagi pengguna MRT Jakarta, termasuk pengguna trotoar secara umum dan penyandang disabilitas. (bir)