Prasetyo mengatakan, pengiriman jaksa senior ke Malaysia dilakukan untuk memberi masukan kepada pengacara Malaysia yang mendampingi Aisyah.
"Sudah beberapa kali kami kirim jaksa senior untuk mendampingi advokat dari Malaysia untuk memberi masukan," ujar Prasetyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Prasetyo mengklaim, pihaknya juga tengah menelusuri racun yang diduga menjadi penyebab Kim Jong-nam tewas. Sejauh ini, obat itu ditengarai dimiliki intelijen asing yang dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya Kim Jong-nam.
"Obat itu sangat langka dan tidak dijual secara bebas," ujar Prasetyo.
"Kami melihat Siti Aisyah ini sebenarnya justru adalah korban atau orang yang diperdaya untuk melakukan sesuatu tanpa diketahui apa yang dilakukannya," ujarnya.
Siti Aisya dan seorang warga Vietnam Doan Thi Huong diancam hukuman mati setelah dijerat pasal pembunuhan berencana yang dilakukan pada 13 Januari lalu terhadap Kim Jong-nam.
Rekaman CCTV menunjukkan Siti Aisyah dan Doan tiba-tiba menyeka wajah Jong-nam menggunakan racun VX saat berada di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Racun saraf VX dikategorikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai senjata pemusnah massal.