Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pisau itu dibawa satu dari 15 orang pendemo yang diamankan polisi.
"Di antaranya tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis pisau dan belati. Pembawa sajam atas nama YW," ujar Argi saat dihubungi CNNIndonesia.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo mengatakan, 15 orang pendemo itu tergabung dalam ormas Barisan Merah Putih. Mereka berasal dari Papua dan mendatangi kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta, dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait sengketa Pilkada Tolikara. Koordinator aksi bernama Wati Kagoya.
Meski demikian, Argo belum dapat menjelaskan lebih lanjut terkait aksi ricuh tersebut. Menurut dia, penyidik masih bekerja dalam mendalami kasus ini.
Pertemuan itu akan membahas sengketa Pilkada Tolikara yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi. Perwakilan tiba-tiba keluar ruangan saat pertemuan akan digelar. Selanjutnya, tanpa alasan yang jelas massa yang menunggu di luar bergerak menyerang kantor Kemendagri.
Serangan massa itu mengakibatkan kerusakan fisik. Kaca dan pot milik Kemendagri pecah dan berceceran. Sebuah mobil juga mengalami kerusakan akibat amuk massa. Sedikitnya dua orang ikut terluka akibat serangan massa.
Tjahjo mengatakan, peningkatan pengamanan dilakukan karena kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, terletak di wilayah ring satu yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan.
[Gambas:Video CNN]