Menurut Tito, penyiraman terhadap Novel masuk kategori kasus hit and run yang hanya meninggalkan sedikit jejak, sementara kasus bom Bali terbilang mudah diungkap karena meninggalkan banyak barang bukti.
Pelaku dalam kasus Bom Bali juga terbilang banyak sehingga mudah diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua kasus itu sulit diungkap karena jumlah pelaku terbatas dan kemungkinan dilakukan orang baru.
"Kemudian sudah juga dilakukan metode konfrontasi antara para saksi dengan tiga orang yang menurut saudara Novel Baswedan dicurigai sebagai pelakunya, tapi para saksi sudah menyatakan dan direkam di video itu bukan pelakunya," tuturnya.
Sikap KPK itu, Tito menduga karena masih menghadapi kasus-kasus yang dianggap lebih penting seperti kasus e-KTP dan lain-lin. "Sehingga energi dan fokus ke sana," ujarnya.
Untuk mengungkap kasus Novel, polisi masih akan meminta dan mendalami keterangan yang bersangkutan.
Novel sampai saat ini masih berada di Singapura menjalani proses perawatan dan pemulihan setelah mendapat serangan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.
Kemarin, kasus Novel Baswedan genap berjalan enam bulan. Dia akan menjalani operasi kedua di mata kirinya dan diprediksi kembali ke Indonesia pada November mendatang.