Ganjar Pranowo Akui Rumor Andi Narogong Orang Dekat Setnov

Feri Agus , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 15:12 WIB
Ganjar Pranowo Akui Rumor Andi Narogong Orang Dekat Setnov Ganjar Pranowo hari ini, Jumat (13/10) menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus korupsi e-KTP, Andi Narogong. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui rumor kedekatan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto beredar di kalangan anggota dewan.

Hal tersebut, Ganjar sampaikan usai ditanya anggota majelis hakim Franky Tambuwun dalam sidang terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait kasus korupsi e-KTP, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (13/10). 

"Andi (Andi Narogong) teman dekat SN (Setya Novanto)? Pembicaraan di sesama Komisi II Andi ini orang dekatnya Setya Novanto, bahkan saudara mengatakan temannya Setya Novanto bukan rahasia umum lagi?" tanya hakim Franky.

"Itu (kabar Andi Narogong teman dekat Setya Novanto) yang beredar seperti itu," kata Ganjar yang datang sebagai saksi dalam sidang tersebut. 

Selama persidangan, Ganjar yang juga mantan anggota Komisi II DPR ditanya hakim apakah proyek senilai Rp5,9 triliun itu dimiliki partai tertentu. Dia menyampaikan tak tahu-menahu terkait hal tersebut.

Kata Ganjar, tak ada yang ganjil selama proses pembahasan proyek e-KTP di Komisi II. Rapat pembahasan berjalan seperti pada umumnya, dinamis, dengan pertanyaan dan pandangan semua anggota fraksi tentang proyek e-KTP.

"Ada yang keras sekali ada yang biasa-biasa, (ada) datar, ada yang nyecar pemerintah. Suasana yang terjadi saat itu relatif rapat biasa saja sehingga saya tidak curiga ada aneh-aneh (saat) pembahasan di level dewan," tutur Ganjar.


Tak hanya itu, Ganjar juga ditanya soal bagi-bagi uang selama pembahasan proyek e-KTP, yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Dia membantah menerima uang panas proyek milik Kementerian Dalam Negeri.

Pada persidangan Irman dan Sugiharto beberapa waktu lalu, Ganjar mengakui sempat bertemu Setnov di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Saat pertemuan singkat itu, Ganjar menyebut Setnov meminta agar dirinya tak galak-galak dalam proyek e-KTP tersebut.

Setya Novanto pernah dijerat sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP, namun dia tak memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK dengan alasan sakit. 


Pada 18 September Setya Novanto masuk RS Premier Jatinegara, Jakarta, akibat penyakit jantung dan sinus. 

Dia juga mengajukan praperadilan atas status tersangkanya dan berhasil memenangkan praperadilan itu pada 29 September.

Tak lama setelah menang praperadilan, Setya Novanto diizinkan pulang ke rumahnya oleh tim dokter.

Dia pulang ke rumah pada 2 Oktober lalu dan kini sudah kembali menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar. (wis)