Menurutnya, hal tersebut wajar sebagai hadiah bagi personel kepolisian berintegritas yang akan ditempatkan di Densus Tipikor.
“Wajar juga mereka yang lulus mendapatkan privilege untuk mendapatkan sistem penggajian lain daripada yang lain,” kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nanti ada rekrutmen yang khusus kepada mereka yang berintegritas. Ada assessment sama seperti di KPK, sehingga yang dipilih adalah orang yang kira-kira dianggap betul-betul memiliki integritas dan komitmen pada tugasnya,” ucap Tito.
Permintaan Tito ini akan dibahas oleh Komisi III DPR.
Pelibatan jaksa penuntut umum dari kejaksaan juga dilakukan oleh KPK. Bahkan lembaga antirasuah itu merekrut penyidik dari kepolisian.
"Paling tidak dari Kejaksaan Agung membentuk tim yang bisa melekat agar perkaranya tidak bolak balik," ujar Tito saat rapat dengan Komisi III, Kamis (12/10).
Jika terbentuk, Densus Tipikor akan dibagi tiga tipe, yakni A (enam satgas), B (14 satgas) dan C (13 satgas).
Anggaran untuk membentuk Densus Tipikor mencapai sekitar Rp2,6 triliun, termasuk anggaran untuk belanja pegawai sekitar Rp786 miliar, belanja barang sekitar Rp359 miliar, dan belanja modal Rp1,55 triliun.