Perpanjangan itu untuk memberikan kemudahan akses dalam menangani ancaman letusan Gunung Agung yang hingga kini masih berstatus awas.
"Gubernur Bali kembali memperpanjang masa keadaan darurat penanganan pengungsi yang berlaku 13 hingga 26 Oktober 2017," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Selama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM masih menetapkan status Awas dan radius berbahaya yang harus dikosongkan ada penduduknya maka keadaan darurat pasti akan diberlakukan.
"Untuk memberikan kemudahan akses bagi pemerintah dalam administrasi penanganan darurat," katanya.
Gempa vulkanik jumlahnya belum menurun. Sejak Sabtu (14/10), mulai pukul 00.00 hingga 06:00 Wita sudah terekam 360 gempa vulkanik.
"Potensi untuk meletus tetap tinggi tetapi tidak dapat dipastikan secara pasti kapan akan meletus ataukah tidak jadi meletus," kata Sutopo.