Tak membawa banyak dokumen, sejumlah pengurus Partai Republik tiba di KPU setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendaftar sekitar pukul 11.00 WIB.
Ketua Umum Partai Republik Suharno Prawiro berkata, parpolnya akan menerapkan 'strategi amoeba' menghadapi pemilu mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharno menyatakan, partai Republik baru dikembangkan dalam satu tahun terakhir dan tidak berhubungan langsung dengan parpol bernama serupa.
Ia mengklaim seluruh pengurus partainya adalah relawan Jokowi, yang mendukung sejak Presiden ketujuh itu menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Setahun ini kami kelola dan alhamdulillah dengan teori amoeba yang kami kembangkan cepat. Relawan Pak Jokowi kan sebetulnya menyebar di mana-mana, yang sudah berpartai silakan berpartai, belum berpartai mari masuk Republik," katanya.
Partai yang pertama kali menggelar kongres pada September 2016 itu diklaim hanya memiliki pengurus kurang dari 20 orang di Dewan Pimpinan Pusat. Mereka mengklaim tak perlu banyak pengurus karena mengandalkan teknologi informasi dalam menjalankan fungsi-fungsi parpol.
"Itu sudah termasuk mahkamah partai, dewan pakar, atau pembina. Jadi kami sebenarnya sedikit. Jadi saya harapkan partai kami tidak high cost," katanya. (vws)